Jumat, 30 Maret 2018

Toleransi Beragama

Review dari Kuliah Tujuh Menit oleh Buya Syafi’i Ma’arif dengan tema “Toleransi Terhadap Agama lain di “Negara Lima Agama”

Oleh : Nur Hidayat

Indonesia adalah bangsa yang dikenal bhineka, yang terdapat berbagai macam agama, berbagai suku, berbagai bahasa dan masih banyak lagi, indonesia kaya akan hal tersebut. Kerukunan di indonesia hanya bisa bertahan dengan berkultur bertoleransi, sedangkan toleransi artinya tidak bisa berbeda dalam persaudaraan dan bersaudara dalam perbedaan, maka dari itu tidak ada cara yang efektif bagi indonesia dalam merawat kerukanan selain dengan cara bertoleransi.

Kadangkala, ada sebgagian oeang yang susah melakukan perilaku ini, karena mereka beranggapan bahwa mereka yang paling benar atau menganggap agamanya saja yang paling benar, bersikap seperti ini sebenarnya boleh boleh saja, tetapi orang lain pun mempunyai hak untuk mengekpresikan hal yang sama, kita harus bertoleransi terhadap siapapun, termasuk yang tidak beragama, kenapa ? karena toleransi adalah sunnahNya Allah atau memang ajaran yang berasal dari Tuhan. Misalnya pada surat al baqoroh ayat 256 yang berbunyi  “ Laa ikroha fidddin “. Dan juga di surat yunus ayat 99 yang berbunyi “ maka, apakah kamu(hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi beriman semua?” .  tugas kita hanya menyampaikan, adapun hasil akhirnyakita serahkan kepada allah.

Oleh sebab itu, toleransi wajib dilakukan, supaya bangunan sosial tidk rusak, tidak berantakn, tegakkanya perdamaian dan terciptanya keamanan. Di indonesia, setidaknya terdapat 5 agama relativ hidup berdampingan, adapun terjadi bentrokan, maka hal tersebut bukan berasal dari ajaran agama mereka, melainkan kemungkinan karena politik, ekonomi, perebutan lahan dan sebagainya namun mereka memakai agama sebagai legitimasinya. Maka dari itu, kita bersama sama berjuang dalam membudayakan sikap toleransi ini dan tidak memandang suku maupun agama, dengan sikap toleransi ini, kita bangun bangsa ini  menjadi bangsa yang lebih baik ,bangsa yang lebih adil dan bangsa yang lebih makmur demi kepentingan semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Tato :Kajian Hadits Sains

I.                    PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Sesungguhnya Allah menyukai keindahan, baik keindahan jasmani maupun rohani. Se...